Khilafah ajaran Ahlussunnah Wal JamaahKhilafah Untuk Kebaikan IndonesiaMultaqo Ulama Aswaja - ManhajiNews

Saatnya Lenyapkan Kerusakan, Hadirkan Kebaikan Dengan Islam Kaffah

Sidoarjo, Jatim (shautululama) – Kyai Khozin Mubarok menjelaskan bahwa untuk menilai sesuatu itu baik atau buruk harus menggunakan standar yang benar, hukum Syara’, sehingga kita bisa mengerti kondisi satu masyarakat, suatu negeri bahkan suatu negara bisa dikatakan baik atau buruk itu timbangannya adalah syariat Islam, syariat Allah SWT. Rusaknya dua kondisi saat ini yakni: Rezim dan sistem harus diganti dengan yang baik, ganti rezim ganti sistem. Ajakan pada umat Islam untuk memperjuangkan tidak hanya menganti rezim, tapi sistem yang buruk dengan yang baik, khilafah, disampaikan dalam acara liqo Syawal ulama Sidoarjo 1443 H: Akhir era Demokrasi. Khilafah pasti tegak dalam waktu dekat, Ahad (29/5/2022) di Kanal You Tube At-Tafkir Channel.

Beliau mengajak kita berfikir apakah kondisi umat Islam saat ini baik-baik saja, terlebih yang kita rasakan di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Sudahkah kita berada dalam kondisi baik sebagaimana yang sudah Allah sebutkan dalam al-Qur’an surat Al-A’raf Ayat 96, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”

Sudahkah kita mendapatkan keberkahan seperti yang Allah janjikan. Ataukah malah sebaliknya kita mendapatkan adzab pedih berupa bencana yang datang bertubi-tubi, dan masalah yang membelit negeri, karena ayat-ayat Allah telah didustakan, tidak diterapkan secara kaffah. Dalam surat Arum ayat 41, Allah SWT. berfirman,” telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Definisi fasad adalah kerusakan, lawan dari kebaikan. Kita tahu bagaimana kerusakan yang terjadi saat ini pada bidang politik, ekonomi, moral, akhlak dan semua aspek kehidupan. Fasad ini terjadi, karena ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, seperti yang dicontohkan rasullulah, Muhammad SAW.

Beliau menjelaskan bahwa Islam datang tidak hanya sekedar menawarkan kemajuan, karena diketahui bahwa sebelum datangnya Islam, Romawi dan Persia sudah cukup maju dari sisi teknologi, dan juga ilmu pengetahuan. Lebih dari itu Islam datang untuk memperbaiki rusaknya moral, akhlak, dan kedzaliman. Rasulullah pernah menyampaikan dalam satu kesempatan bahwa tidak ada dua hal yang lebih jahat, lebih keji.

Kesyirikan adalah sesuatu yang sangat jahat dan keji, dan kedzaliman ada didalamnya. Kesyirikan disini bukan berarti sama sekali meninggalkan Islam, tapi tidak secara kaffah menjalankan aturan-aturan Allah. Dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 85,”Apakah kamu beriman kepada sebagian al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian di antaramu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.”

Oleh karena itu, umat Islam tidak boleh mengambil setengah-setengah atau sebagian, tapi kita diperintahkan untuk berislam secara kaffah sebagaimana Rasullulah pernah menerapkan Islam dan diikuti oleh para sahabat, penerus beliau, Khulafaur Rasyidin. Inilah fakta yang dialami kaum muslimin saat ini karena tidak menerapkan aturan-aturan Allah secara kaffah akibatnya kita saksikan kerusakan yang membahayakan kaum muslimin dan mendzalimi kaum muslimin karena mengambil satu hukum yang datangnya tidak dari Allah SWT.

Beliau sekali lagi mengajak kita berfikir dalam melihat fakta saat ini. Kenapa hutang sampai menggunung, kemaksiatan merajalela, carut marut kekuasaan karena pemimpin kita yang tidak bertaqwa, dan sistem yang diterapkan di negeri ini bukan warisan dari Rasullulah, Muhammad SAW.

Inilah kemaksiatan terbesar, sehingga menyebabkan fasad di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim. Kerusakan yang ada saat ini baik dalam hal politik, ekonomi, pendidikan atau secara fisik berupa bencana alam; banjir, tanah longsor, gunung meletus yang semua itu diluar prediksi manusia. Semua itu terjadi karena pelakunya yang tidak beriman, tidak mau menerapkan hukum syara’ dan juga sistem yang diterapkan adalah demokrasi yang menjadikan umat Islam jauh dari syariat Allah, dan mereka menjauhi syariat Islam.

Maka ketika Allah menampakkan kondisi yang rusak ini agar mereka bisa menyadari dan kembali pada syariat Allah. Seperti saat ini, banyak masyarakat hidup didalam kesulitan, stress, sehingga nekat untuk membunuh , dan merampok. Sementara, mereka yang sudah kaya, para pejabat, masih saja korupsi. Mereka tidak merasakan kedamaian, tapi resah dan merasa kurang. Mereka tidak merasakan nikmat dengan kekayaan yang dimiliki, sementara mereka yang miskin tambah susah. Inilah akibat dari apa yang dikatakan oleh Allah agar mereka merasakan dari apa yang mereka perbuat.

Allah berharap dengan kondisi yang dirasakan ini, umat di negeri ini khususnya umat Islam mau kembali ke jalan Allah seperti yang sudah dicontohkan oleh Rasullulah dan diteruskan oleh para sahabat sehingga mereka bisa menjadi khoiru umat, generasi terbaik. Ketika umat Islam betul-betul menerapkan aturan Allah dalam naungan khilafah ‘ala minhajin nubuwwah. Terakhir dalam pemaparannya, beliau berharap bahwa kita, umat Islam, diberi kekuatan lahir dan batin untuk menggelorakan perjuangan ini sampai Allah memberikan kemenangan pada umat Islam. (Moc Efendi)

Ulama Aswaja - Manhaji

Media dakwah online ulama aswaja manhaji, menyeru kepada kebaikan

Related Articles

Back to top button