Khilafah ajaran Ahlussunnah Wal JamaahKhilafah Untuk Kebaikan IndonesiaMultaqo Ulama Aswaja - ManhajiNews

Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Tentang Pemindahan Ibu Kota Negara, Tolak IKN, Jakarta adalah Monumen Sejarah Islam di Indonesia

Surabaya, (shautululama) Senin, 21 Pebruari 2022, Berkumpul Ulama, tokoh umat dan cendekiawan mengadakan Multaqo Ulama Aswaja Surabaya untuk menyatakan sikap menolak pemindahan Ibu Kota Negara ke Penajam Paser Utara, Propinsi kalimantan Timur.

Multaqa ini diselenggarakan secara bersamaan di tiga titik Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Utara.
Dalam pembacaan pernyataan sikap Surabaya Barat dibacakan oleh Ust. Imam Supriyadi (Mubaligh Surabaya) dibersamai oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat Cabang Surabaya Bapak Nur Rahmad, SH,

Surabaya Timur dibacakan oleh Ust. Puji Widodo (MT. Aqshol Madina) dibersamai oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat Cabang Surabaya Bapak Zulhaidir, SH

Surabaya Utara dibacakan oleh Ust. Soeprayogi ( MT. An Nashr) dibersamai oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat Cabang Surabaya Bapak Zaidin Hidayat, SH

Selanjutnya dibacakan PERNYATAAN SIKAP MULTAQO ULAMA ASWAJA SURABAYA, Tolak IKN Jakarta adalah Monumen Sejarah Umat Islam, Warisan Sunan Gunung Jati

Didahului dengan Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا بِطَانَةً مِّنْ دُوْنِكُمْ لَا يَأْلُوْنَكُمْ خَبَالًاۗ وَدُّوْا مَا عَنِتُّمْۚ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاۤءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۖ وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ اَكْبَرُ ۗ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْاٰيٰتِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imron: 118)

RUU IKN (Ibu Kota Negara) telah disahkan menjadi UU IKN (Ibu Kota Negara) oleh DPR dalam rapat paripurna DPR RI tanggal 18 Januari 2022.

Ditinjau dalam pandangan Islam Pengesahan RUU IKN menjadi UU IKN tersebut merupakan bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh DPR terhadap akad WAKALAH (perwakilan) dengan rakyat. Sebab, rakyat tidak pernah mewakilkan kepada DPR untuk mengesahkan RUU IKN menjadi UU IKN

Bila dikaji secara mendalam, UU IKN sangat berpotensi menyengsarakan rakyat. Sebab, proyek pembangunan IKN , sebagai pelaksanaan UU IKN , membutuhkan dana yang sangat besar dan bukan merupakan sesuatu yang mendesak. Sedangkan sumber pemasukan APBN yang terbesar adalah diperoleh dari sektor pajak.

Sepatutnya pemerintah konsentrasi pada penanganan problem yang sifatnya darurat, diantaranya pemulihan ekonomi yang sedang lesu; sebagai akibat hutang negara yang sangat besar, korupsi yang menggurita, “dibangkrutkannya BUMN-BUMN”, dikuasainya sumber daya alam oleh asing, Pandemi Covid 19, dll. Bukan malah membikin proyek pemindahan ibu kota negara, yang tidak urgen, yang justru berpotensi semakin memperberat beban ekonomi, juga berpotensi menambah jumlah utang luar negeri, yang tentu saja akan semakin memperkuat jeratan asing.

Belum lagi kesepakatan-kesepakatan, perjanjian-perjanjian, MOU-MOU lain dengan pihak asing, yang bisa semakin menjerumuskan Indonesia dalam cengkeraman asing. Kondisi seperti itu diharamkan oleh Allah swt, melalui firman-Nya:
وَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا ࣖ
“dan sekali-kali Allah tidak menjadikan bagi orang-orang kafir jalan untuk menguasai orang-orang mukmin”
(QS. An-Nisa:141)

Selain itu, Jakarta merupakan daerah yang istimewa, monumental, penuh dengan sejarah panjang bangsa Indonesia. Nama Jakarta itu sendiri memiliki makna; berasal dari kata “Jayakarta” yang berarti KEMENANGAN YANG NYATA/SEMPURNA. Didasarkan pada Al Quran surat Al Fath ayat 1:

اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata/sempurna”

Jakarta merupakan suatu kemenangan yang nyata/sempurna, karena penjajah kafir Portugis yang menguasainya dapat diusir oleh Panglima Islam, Sultan Fatahillah atau Syarif Hidayatullah, yang kemudian terkenal dengan julukan Sunan Gunung Jati.

Sunan Gunung jati atau Sultan Fatahillah atau Syarif Hidayatullah adalah penyebar Islam di Pantura Jawa Barat, salah satu dari wali songo, yang sangat dihormati oleh ulama Aswaja dan masyarakat muslim di Nusantara. Sebagai wujud rasa syukur dan rasa terima kasih atas jasa beliau, kita harus menjaga Jakarta sebagai Ibu Kota Negara, agar MONUMEN SEJARAH keberhasilan Islam di Nusantara tidak dilupakan dan tidak dihilangkan.

Karenanya, Kami, para Ulama Aswaja Surabaya menyatakan:

1. Pemindahan Ibu Kota Negara WAJIB DITOLAK;

2. UU IKN WAJIB DIBATALKAN;

3. Semua elemen bangsa WAJIB MENJAGA PERSATUAN agar tidak gampang diadu domba;

4. Bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan Islam;

5. Bangsa Indonesia akan benar-benar menjadi bangsa yang merdeka, maju, kuat dan jaya hanya dengan Islam;

والله المستعان وهو ولى التوفيق

Kami, Atas Nama Para Ulama yang hadir pada
MULTAQO ULAMA ASWAJA SURABAYA
(19 RAJAB 1443 H) – 21 Pebruari 2022 M)
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Ulama Aswaja - Manhaji

Media dakwah online ulama aswaja manhaji, menyeru kepada kebaikan

Related Articles

Back to top button