Khilafah ajaran Ahlussunnah Wal JamaahKhilafah Untuk Kebaikan IndonesiaMultaqo Ulama Aswaja - ManhajiNews

Nasehat Multaqa Ulama Aswaja Garut Untuk Umat, Mafsadat Tiadanya Khilafah, Hampir 1 Abad Umat dan Agama Tanpa Pelindung

Garut,  Jabar, shautululama.co – Sabtu, 04 Maret 2023 yang bertepatan dengan 11 Sya’ban 1444 H Lebih dari 100 jamaah yang terdiri dari para ulama kabupateun Garut, tokoh masyarakat, para undangan dari luar kota, menghadiri acara Multaqo Ulama Aswaja Garut dengan mengambil tema Mafsadat Runtuhnya Khilafah, 1 Abad Umat Tanpa Junnah, Kokohkan Perjuangan Sambut Nashrullah.

Acaranya berlangsung dengan hangat dan khidmat di ruangan Aula Ponpes MA Cipari, Sukarasa, kecamatan Pangatikan Garut – Jawa Barat. Tempat ini juga bersejarah dalam perjuangan umat islam di Garut terhadap penjajah. Acara dibuka dengan memberikan dorongan do’a kepada para pendiri ponpes oleh Ustadz Syahid Al Ghifari selaku ulama aswaja Garut, sekaligus menjadi MC di acara tersebut.

“Seratus tahun kita dihinakan sekarang saatnya kita bangkit,” ujar sahibul bait Ust. Drs Sofwan Salaf, MA, di tengah-tengah acara sambutan yang disusul gema takbir hingga suasana menjadi lebih hangat, diperkuat lagi oleh sahibul hajah Ust. Dindin Solahudin beliau menegaskan tanpa adanya imam atau khalifah umat tak memiliki junnah (perisai), sehingga mashalih umat dan maqasid syariah pun susah diraih, justru dengan runtuhnya khilafah mafsadat lah yang terjadi. Maka saatnya kokohkan perjuangan utk mewujudkan mahkota kewajiban ini.

Sepuluh pembicara yang disebut dengan qoul’ulama aswaja masing masing diberikan waktu hanya delapan menit saja, diantaranya Ust. Ade Badrun beliau menyampaikan bukti taatnya kita sebagai orang yang bertaqwa harus bersandar kepada khalifah bukan yang lain. Ust. Tony Faturohman mewanti-wanti jamaah supaya jangan mau diadu domba di musim politik utamakan persatuan umat dan jangan terburu-buru untuk mendirikan negara Islam.

Kiyai Aam Pimpinan Ponpes Ajjuariyah salah satu mubaliqh yang tampil dalam acara tersebut beliau mengingatkan jamaah agar melihat bukti empiris ketika negara islam diberlakukan bayak orang berbondong bondong memeluk islam, jangan sampai kejelekan islam dibuat oleh umat islam itu sendiri apalagi sampai harus mengambil hukum dengan bersumberkan piagam PBB, bukti sebaliknya pun diingatkan oleh Ust. Dendi Rahdiana SP. Selain Islam pernah berjaya khilafahpun runtuh disebabkan pihak eksternal yang menyusup kedalam internal dan mencekoki pemikiran pemikiran islam dengan ide ide lain hingga sekarang pemikiran asing masih terpatri di benak kaum muslimin.

“Rasulullah Saw telah bayak melahirkan kader yang telah dibentuk dengan banyak mengorbankan darah-darah para mujahid,” ujar perwakilan Ulama Aswaja Garut Timur, Ust. Hilman Salaf. Maka dari itu adalah sebuah wasiat yang harus kita turuti untuk menegakkan syariat Islam walaupun kita akan dicap sebagai pemberontak. Ust. Hilman dari Cikajang pun menyampaikan keprihatinannya terhadap kaum muslimin di luaran sana yang dibantai dengan sadisnya dikarenakan tak ada junnah yang melindunginya.

Bagaimana metode dakwah Rasulullah Saw sebuah metode dari mulai tasqif, tafaul ma-al ummah hingga bisa menjadi sebuah daulahpun dibahas oleh Ust. Muhammad Muslih. Hal senadapun di ungkap oleh Ust. Luthfi Arief Lukman dengan membahas konsep kepemimpinan islam, bukan hanya konsep tapi harus mampu menjalankannya sesuai tuntunan syariah.

Sebelum acara di tutup Do’a oleh Ust. Hakim Pimpinan ponpes Asmaul Husna Sumedang, pernyataan sikap Ulama aswaja pun di bacakan oleh Ust. Supriyadi dengan semua ulama, inilah bukti ulama yang takut hanya kepada Allah SWT karena “sesungguhnya ulama yang takut kepada Allah SWT diantara hamba hambanya hanya ulama, maka seorang ulama harus takut pada Allah, dan menyampaikan haknya, kalau dia tidak menyampaikan haknya maka dia bukan seorang ulama,” pungkas Ust. Suwar perwakilan ulama dari Cilawu Garut yang menjadi pembicara terakhir diacara Multaqo Ulama Aswaja tersebut. []

Ulama Aswaja - Manhaji

Media dakwah online ulama aswaja manhaji, menyeru kepada kebaikan

Related Articles

Back to top button