Khilafah ajaran Ahlussunnah Wal JamaahKhilafah Untuk Kebaikan IndonesiaMultaqo Ulama Aswaja - ManhajiNews

Nasehat Ijtima Ulama Aswaja Se Nusantara Untuk Bangsa, Saatnya Tinggalkan Tatanan Hidup Gagal Kapitalisme Demokrasi dan Komunisme

Surabaya (Shautululama)—Kyai Khusairi Sulaiman sebagai Shohibul Hajah Ijtima’ Ulama Aswaja Se-Nusantara menyambut gembira kehadiran ulama dan peserta virtual. Agenda yang bertajuk: “Saatnya Tata Dunia Baru dengan Islam Kaffah, Tolak Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Perangi Islamophobia”, digelar pada Sabtu (16/4/2022).

“Mudah-mudahan ini menjadi amal sholeh di bulan mulia. Ini menunjukkan kepedulian kita pada umat, Islam, dan kaum muslimin. Terkait beberapa persoalan umat serta mencari upaya-upaya solusi dan perbaikan paripurna,”Kyai Khusairi memulai sambutannya.

Pada Ijtima’ Aswaja Se-Nusantara mengambil tema menarik. Hal ini disebabkan kenaikan harga-harga dan kemunculan Islamofobia. Bertepatan dengan itu, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyatakan yang menegaskan saat ini dunia perlu tatanan dunia baru. AS siap menjadi pemimpin.

“Ini luar biasa. Padahal selama ini AS sudah menjadi pemimpin. Selama bebapa waktu AS mengalami penurunan. AS sebagai pemimpin negara kapitalisme dan di belakangnya ada Inggris, Perancis, Jerman, dll tidak mau kehilangan dominasi terhadap cengkraman di dunia,”Kyai Khusairi menimpali pernyataan Presiden AS.

Jika diamati demikian, negara-negara tersebut siap memipin dunia. Pertanyaannya, apakah betul bahwa kapitalis yang dipimpin AS layak memimpin dunia dengan New World Order (NWO). Sebenarnya NOW sudah dijalankan semenjak keruntuhan Rusia tahun 1991.

“Fakta di lapangan, negara-negara itu hiprokit dalam bahasanya munafik. Contoh sederhana saat Ukraina diinvasi Rusia. Mereka mengerahkan senjatanya membantu Ukraina. Itu tidak sama saat saudara-saudara kita diinvasi Israel. (Invasi) Irak dan Afghanistan. Apa yang dilakukan barat?”beber Kyai Sulaiman.

Selain itu, KH Khusairi Sulaiman mengungkapkan kebobrokan sistem kapitalisme dan demokrasi. Sistem itu gagal mengatasi pandemi Covid-19. Tidak ada pemerataan yang adil. Kemunculan kerusakan moral. Kemunculan kedzaliman dan kebrutalan ekonomi kapitalisme.

“Sumbangsih pemikiran kepada negeri ini untuk memberikasn (solusi) masalah yang praktis dan akan datang. Tawaran kita dengan islam Kaffah. Ini relevansi yang dibahsa dalam acara Ijtima’ Ulama Aswaja Se-Nusantara,”tegasnya.

Di akhir sambutan Kyai Khusairi Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada semuanya.[hn]

Ulama Aswaja - Manhaji

Media dakwah online ulama aswaja manhaji, menyeru kepada kebaikan

Related Articles

Back to top button