Khilafah ajaran Ahlussunnah Wal JamaahKhilafah Untuk Kebaikan IndonesiaMultaqo Ulama Aswaja - ManhajiNews

Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda Pasuruan, Demokrasi Kapitalisme Suburkan Praktik Korupsi dan Money Laundry

Pasuruan, Jatim, shautululama.co, Permasalahan korupsi yang terus terjadi disebabkan sistem demokrasi kapitalisme yang tidak dapat menegakkan hukum dan keadilan. Pernyataan tegas ini dilontarkan Kiai Sepuh Zainulloh Muslim pada acara Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda Pasuruan yang bertajuk “Kemelut DPR, MENKOPOLHUKAM, KEMENKEU dan Utopia Kedaulatan Rakyat Dalam Pandangan Politik Islam”. (Selasa, 18 April 2023)

“Permasalahan yang mendera bangsa tercinta ini nampaknya dari hari ke hari tidak menunjukkan penurunan, tidak menunjukkan pengurangan bahkan semakin menjadi-jadi. kita ambil contoh saja pada aspek keuangan, permasalahan yang viral saat ini adalah kejanggalan transaksi di Kementerian Keuangan yang nilainya juga fantastis 349 triliun lebih mengalahkan kasus korupsi sebelum sebelumnya yaitu Bank Century yang nilainya 6,7 triliun”, kata Kiai Sepuh Zainulloh Muslim.

Kiai Sepuh Zainulloh Muslim mengungkapkan sebab pertama dari permasalahan korupsi yang terus terjadi adalah besarnya biaya pencalonan dan kampanye yang dikeluarkan oleh para calon pejabat dan anggota dewan.

“Maka sudah bukan rahasia umum mereka harus menyediakan dana yang tidak kecil sementara gaji yang mereka terima tentu tidak sebanding bahkan tidak akan bisa menutupi dari pihak yang yang mereka keluarkan maka jalan satu-satunya dan tidak ada lain kecuali dengan korupsi, manipulasi, money laundry dan tindak-tindak jahat lainnya”, ujar beliau.

“Faktor berikutnya adalah sanksi yang diberikan kepada mereka amat ringan, bahkan bisa dibeli untuk meringankannya. Sehingga betul hukum itu adalah tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Bisa dibeli untuk meringankan sehingga bisa seringan-ringannya, sehingga tidak ada aspek jera yang bisa memberikan pelajaran kepada yang lainnya untuk tidak melakukan tindak korupsi atau pencucian uang atau kejahatan-kejahatan lainnya”, jelasnya.

Kiai Sepuh Zainulloh Muslim menjelaskan semua ini berada di sistem kapitalisme sekuler yang juga dipengaruhi oleh sistem ideologi komunis dan itulah yang terjadi. Berbeda dengan Islam saat mengatur pemerintahan khususnya pemilihan khalifah dan para pejabat yang memerlukan biaya yang sangat sedikit.

“Kemudian tentang kesejahteraan, kekhilafahan luar biasa memberikan kesejahteraan kepada para pejabat. Di masa Umar Bin Khattab jadi seorang guru baca tulis Alquran, 15 dinar. 1 dinar 4,25 gram emas, kalau harga emas 1 gramnya itu emas murni 1 juta, kira-kira 60 juta lebih gaji yang akan diterima oleh guru sekelas TPQ. Bagaimana dengan guru SD dengan guru MTS dengan SMA atau dosen bahkan profesor tentu akan mendapatkan gaji yang lebih besar”, sambungnya.

Menurutnya, faktor lain yang meminimalisir terjadinya pidana korupsi dan kriminalitas lainnya di bawah sistem Islam adalah sanksi tegas yang diberikan oleh kekhilafahan terhadap pejabat yang melakukan kecurangan.

“Bahkan baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda, Andai Fatimah putri Rasulullah sendiri mencuri maka aku akan memotong tangannya kata Rasulullah”, katanya.

Selain sanksi berat yang menimbulkan efek jera tadi, aspek berikutnya adalah sanksi yang diberikan oleh peradilan Islam dapat menjadi penebus dosa bagi para pelaku kriminalitas.[]

Ulama Aswaja - Manhaji

Media dakwah online ulama aswaja manhaji, menyeru kepada kebaikan

Related Articles

Back to top button