Khilafah ajaran Ahlussunnah Wal JamaahKhilafah Untuk Kebaikan IndonesiaMultaqo Ulama Aswaja - ManhajiNews

Multaqa Ulama Ranah Minang Mengutuk Pelecehan Ajaran Islam dan Islamopobhia

Minangkabau, (shautululama) – Lebih dari tiga ratus Ulama Minangkabau, tokoh dan Mubaligh serentak di enam lokasi berbeda (Padang, Solok, Bukittinggi, Maninjau, Painan, Tapan) bertema bergerak bela kehormatan Islam “Lagi-lagi pelecehan ajaran Islam: jangan main-main dengan umat islam” dalam rilis sikap para warasatul anbiya tersebut

Ajaran islam dilecehkan, umat islam bergerak tidak lagi memandang asal ormas dan partai, semua melebur bela kehormatan ajaran agama warisan Rasulullah saw serta termaktub dalam kitab mu’tabar ulama. Maka yang dilakukan Dede Budhyarto (Komisaris Independen PT. Pelni) plesetkan kata Khilafah merupakan bentuk pelecehan ajaran islam dan untuk mengalihkan isu akibat kerusakan yang disebabkan oleh penerapan ideologi kapitalisme sekuler.

Kecaman, dan seruan kepada pihak berwajib untuk memproses hukum atas ucapan ngawur Komisaris Independen PT Pelni (Persero) Kristia Budiyarto atau lebih dikenal Dede Budhyarto membuat heboh jagat maya. Pasalnya, dirinya memplesetkan diksi khilafah menjadi “khilafuck”. Hal ini dirinya katakan lewat akun twitter pribadi @kangdede78.

Akibat pernyataan tersebut, Kristia Budiyarto dikritik oleh berbagai pihak, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI). Banyak yang menilai perkataannya tidak pantas dalam posisinya sebagai komisaris perusahaan pelat merah.

Tidak ketinggalan pula para ulama di Ramah Minang, dengan sigap mereka menyelenggarakan multaqo dan menyampaikan press rilis atas pernyataan Kristia Budiyarto ini. Multaqo dilakukan di pagi ahad (20/11) yang berlangsung di berbagai tempat. Di Bukittinggi dalam multaqa ulama ini forum menyatakan bahwa apa yang dilakukan Komisaris BUMN dengan menistakan istilah khilafah adalah bentuk pelecehan. Para ulama di Ranah Minang menyerukan kepada pihak berwajib agar tidak tinggal diam, segera memproses secara hukum atas peristiwa pelecehan ajaran Islam tidak terjadi lagi. Jangan sampai menunggu rakyat bergerak dengan caranya sendiri untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Khilafah itu ajaran Islam, ajaran Ahlus Sunnah wal jamaah Warisan Rasulullah saw, melecehkannya berarti telah melecehkan Islam dan ajaranya serta kaum muslimin” dibacakan Buya Jallaludiin dalam pernyataan sikap bersamanya

Sementara di Kota Padang bersama lima puluhan ulama tokoh da’i aktivis melalui seruan Buya Husni, M.H, beliau mendesak pemerintah buktikan keseriusan menindak pelaku pelecehan,

“Berulang terjadinya penistaan agama dan ajaranya, maka mereka ini harus mendapatkan hukuman setimpal dengan perbuatannya, agar ke depan tidak ada lagi pelecehan-pelecehan terhadap Islam, Ajarannya dan kaum muslimin” ungkap Pimpinan Majelis Darul Hadziq ini.

Hal senada juga diserukan ulama Pesisir, Solok, Maninjau dalam rilisnya pada pokoknya menyeru semua pihak untuk tidak membuat gaduh dengan berbagai ucapan dan ungkapan, dalam kondisi negeri ini yang sedang sulit serta seruan kepada seluruh kaum muslimin khususnya ulama untuk menjaga kehormatan islam serta ajarannya

Pertemuan di berbagai tempat itu berlangsung khidmat dan penuh asa demi bangkitnya negeri dari keterpurukan berbagai sisi dan hanya Islam kaffah solusi negeri []

Ulama Aswaja - Manhaji

Media dakwah online ulama aswaja manhaji, menyeru kepada kebaikan

Related Articles

Back to top button