Khilafah ajaran Ahlussunnah Wal JamaahKhilafah Untuk Kebaikan IndonesiaMultaqo Ulama Aswaja - ManhajiNews

Multaqa Ulama Aswaja Malang Raya, Melambungnya Harga Minyak Goreng Salah Satu Bentuk Kedzaliman Kapitalisme

Malang, Jatim (shautululama) – “Sungguh ironis, Indonesia -negara penghasil sawit terbesar di dunia- mengalami kelangkaan minyak goreng, salah satu dari bahan-bahan pokok kebutuhan keluarga secara tiba-tiba lenyap. Namun, tidak seberapa lama, minyak goreng tersebut sudah banyak tersedia di berbagai tempat perbelanjaan, yang ternyata, harganya jauh lebih mahal daripada harga sebelumnya,” demikian kutipan pernyataan sikap Ulama Aswaja Malang Raya yang dibacakan oleh Kyai Muhammad Sya’roni, dalam acara Multaqa Ulama Aswaja Malang Raya berjudul “Raih Kekhusyukan Ibadah di Bulan Ramadhan, Hentikan Cengkraman Oligarki dan Kartel dalam Kelangkaan dan Kenaikan Harga Minyak Goreng”, pada Sabtu (19/3).

Dalam pernyataan sikap tersebut, Ulama Aswaja Malang Raya juga menuturkan bahwa hal ini merupakan bentuk kezaliman nyata yang berasal dari penerapan ideologi kapitalisme.

“Ini merupakan bentuk kezaliman nyata yang berasal dari penerapan ideologi yang sedang diterapkan, yakni ideologi kapitalisme, di mana para kapitalis begitu leluasa mengekspresikan sifat eksploitatif dan imperialistiknya,” tutur Kyai Sya’roni.

Melalui pembacaan pernyataan sikap, diketahui pula bahwa para Ulama Aswaja Malang Raya menganggap amat nyata cengkraman ideologi kapitalisme di Indonesia ini, yang dinyatakan tampak dalam dua hal:

“Pertama, tampak dalam penerapan demokrasi telah melahirkan penguasa yang pro kepada ologarki kapitalis (baik lokal maupun asing). Sehingga, kebijakan dan peraturan yang dibuat bukan lagi untuk kepentingan rakyat, tetapi untuk kepentingan kelompok kapitalis tersebut.

Kedua, tampak dalam penancapan sekularisme. Proyek moderasi agama, deradikalisasi, war on terorisme, kriminalisasi ajaran Islam, persekusi ulama dan yang semacamnya, yang berjalan selama ini tidak lain merupakan implementasi dari sekularisme dan kapitalisme. Tujuannya adalah untuk memisahkan Islam dari kehidupan dan negara; untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya.

Buahnya, Umat Islam (khususnya di Indonesia) saat ini terus dijelali dengan proyek yang semakin menjauhkan umat dari ajaran agamanya; dijauhkan dari penjaga agamanya yakni para ulama,” ungkap Kyai Sya’roni.

Dalam pernyataan sikap mereka, para Ulama Aswaja Malang Raya kemudian menegaskan 6 (enam) sikap terkait isu ini:

“Oleh karenanya, kami para Ulama Aswaja Jawa Timur melalui Multaqa Ulama menyatakan:
1. Hentikan kezaliman kapitalis-oligarki dibalik langka dan mahalnya minyak goreng.
2. Ciptakan situasi dan kondisi yang baik agar ibadah di bulan Ramadhan penuh dengan ketenangan dan kekhusyukan.
3. Akhiri proyek moderasi agama, deradikalisasi, war on terorisme, kriminalisasi ajaran islam, persekusi ulama dan yang semacamnya, yang merupakan implementasi dari sekularisme dan kapitalisme, yang tujuan sebenarnya adalah untuk memisahkan Islam dari kehidupan dan negara; untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya.
4. Buang jauh-jauh sistem demokrasi yang hanya melahirkan penguasa yang pro kepada para kapitalis-oligarki (baik lokal maupun asing); penguasa yang melayani dan menjalankan kepentingan para kapitalis imperialis; penguasa yang mengabaikan kepentingan rakyat; penguasa yang menyengsarakan rakyat.
5. Ulama wajib menjaga dan ngopeni umat, agar mereka tetap dekat dengan ajaran agamanya, membersamai para ulama dalam menjaga, menjalankan dan memperjuangkan agamanya.
6. Wajib hukumnya bagi para ulama untuk terjun secara langsung, mengembalikan izzul Islam wal muslimin, dengan berjuang menegakkan kembali Khilafah Islamiyah. Ingatlah peringatan Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Al-Hadid: 16)” [Ard]

Ulama Aswaja - Manhaji

Media dakwah online ulama aswaja manhaji, menyeru kepada kebaikan

Related Articles

Back to top button