Khilafah ajaran Ahlussunnah Wal JamaahKhilafah Untuk Kebaikan IndonesiaMultaqo Ulama Aswaja - ManhajiNews

Multaqa Ulama Aswaja Kedu Raya, Jangan Main-main Dengan Umat Islam, Saatnya Tinggalkan Demokrasi

Kedu, Jateng (shautululama) – Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah Ulama Aswaja di Kedu Raya telah melaksanakan Multaqo Ulama Aswaja Kedu Raya pada Ahad, 18 Desember 2022, bertempat di Pondok Pesantren Al Ghozali, Temanggung.

Acara ini diselenggarakan oleh Forum Ulama Aswaja Kedu Raya dengan menghadirkan nara sumber: Kyai Ainul Yaqin (Semarang), Kyai Nashiruddin Syukur (Magelang), Kyai Naim Yasin (Purworejo), Kyai Irvan (Wonosobo), Kyai Fikri (Kebumen), dan Kyai Muh. Sahal (Purworejo).

Multaqo Ulama Aswaja ini ditayangkan secara live streming di channel youtube Kedoe TV. Multaqo dihadiri lebih dari 50 orang peserta yang terdiri dari para ulama, tokoh masyarakat dan kyai dari berbagai daerah di sekitar Kedu Raya.

Tema Multaqo kali ini adalah “Lagi-lagi Pelecehan Ajaran Islam, Jangan Main-Main Dengan Umat Islam”. Tema ini diangkat untuk memberikan pemahaman kepada umat Islam tentang pandangan syariah Islam terhadap para pelaku penistaan, pelecehan maupun penghinaan terhadap ajaran Islam, simbol-simbol Islam, serta Rasulullah Saw.

Peristiwa penistaan maupun penghinaan ini kerap terjadi di negeri ini, baik dilakukan oleh “intelektual”, budayawan maupun yang masih muda. Seringkali mereka menjadi ajaran Islam sebagai bahan candaan, maupun memberikan pernyataan yang menyakiti umat Islam. Namun tidak ada tindakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, bahkan terjadi pembiaran, padahal ini jelas-jelas bertentang dengan Undang-undang. Sehingga terus berulang peristiwa ini, meski sudah disampaikan protes dan pelaporan oleh ormas-ormas Islam.

Dalam Multaqo kali ini para ulama menyampaikan maqolahnya, terkait persoalan ini. Mulai dari pelecehan terhadap ajaran Islam, khilafah diplesetkan oleh Dede Budhyarto (Komisaris Pelni). Padahal khilafah adalah ajaran Islam yang mulia, sistem pemerintahan warisan Rasulullah SAW. Budi Dalton menjadikan Rasulullah sebagai bahan candaannya dalam acara talk show di channel Youtubenya, dengan menyatakan miras sebagai Minuman Rasulullah.

Bahkan yang kurang ajar menjadikan Muhammad sebagai bahan sayembara, dimana Hollywings memberikan gratis miras untuk setiap pengunjung yang memiliki nama Muhammad saat mengunjungi tempat hiburan mereka.

Padahal di sisi lain, telah terjadi pemiskinan yang sistemik terhadap negeri ini, ketimpangan sosial ekonomi yang tinggi, PHK massal terhadap tenaga kerja, serta perampokan harta negara oleh para konglomerat serta korupsi yang merajalela di semua sektor. Sistem sosial kemasyarakatan yang rusak, pergaulan bebas, perzinaan, maraknya LGBT, namun tidak ada upaya dari negara untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ini.

Para ulama yang hadir dalam Multaqo kali ini menjelaskan yang menjadi akar masalahnya adalah karena umat Islam saat ini tidak diatur dengan syariah Islam. Mereka hidup di tengah-tengah sistem kapitalisme demokrasi yang rusak, yang orang baik pun bisa menjadi rusak karena masuk dalam lingkungan sistem yang rusak.

Oleh karena itu, harus ada perubahan sistem, tidak hanya perubahan orang atau penguasa. Inilah pentingnya diterapkannya sistem khilafah yang akan menyelamatkan umat manusia dari cengkeraman sistem kapitalisme. Khilafah akan menjadikan Indonesia lebih baik bahkan umat manusia di dunia ini.

Khalifah sebagai pemimpin akan melindungi Umat Islam dan ajarannya, serta memberikan kebebasan kepada umat agama lain untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Mereka hidup berdampingan tidak akan ada tindakan diskriminasi.

Dalam Multaqo kali ini para ulama menjelaskan bahwa dalam pandangan Ulama muktabar, Khilafah hukumnya wajib berdasarkan dalil Al-Qur’an, Hadist, Ijma’ Sahabat, maka menjadi kewajiban pula bagi kaum muslimin untuk berdakwah menyampaikan ajaran Islam yang mulia ini.

Hanya dengan sistem khilafah inilah segala bentuk penistaan terhadap ajaran Islam serta perampokan kekayaan negara oleh pemilik modal yang bekerjasama dengan penguasa bisa dihentikan.

Oleh karena itu, wajar jika mereka menghalangi, mempersekusi para ulama, organisasi yang berdakwah menyampaikan tentang khilafah. Karena kepentingan mereka akan berakhir.

Para ulama menyeru umat Islam harus menyadari hal ini dan mendukung dakwah khilafah agar mereka bisa hidup aman, tentram dan sejahtera di negeri yang gemah lipah loh jinawi akan dikelola dengan syariah Islam untuk kepentingan umat, dan menghapus kepentingan oligarki. Sejahtera di bawah naungan khilafah.

Acara multaqo diakhiri dengan pembacaan doa dan pembacaan pernyataan sikap Ulama Aswaja Kedu Raya yang memerintahkan aparat penegak hukum untuk menangkap para pelaku penistaan agama Islam. Ulama juga menyeru akan umat Islam turut berjuang dan mendukung dakwah khilafah untuk mengantikan sistem kapitalisme sekuler yang rusak dan merusak.

Ulama Aswaja - Manhaji

Media dakwah online ulama aswaja manhaji, menyeru kepada kebaikan

Related Articles

Back to top button