Khilafah ajaran Ahlussunnah Wal JamaahKhilafah Untuk Kebaikan IndonesiaMultaqo Ulama Aswaja - ManhajiNews

Kyai Sepuh Zainulloh Muslim: Demokrasi Biang Keladi Kenestapaan dan Penderitaan Rakyat

Pasuruan, Jatim – Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Kyai Sepuh Zainulloh Muslim selaku pengasuh Ponpes Tahfidz Al Itqon Pasuruan menyebut demokrasi sebagai sumber kenestapaan dan penderitaan rakyat. Hal tersebut diungkapkan dalam [LIVE] Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda (Pasuruan) bertajuk “Cengkeraman Oligarki Di Balik Kelangkaan Minyak Goreng dan Tragedi Wadas, Sistem Islam Solusinya.” (Selasa, 15/3/2022)

“Saatnya umat muslim berpikir secara cerdas. Saatnya mencampakkan ideologi kapitalisme sekuler. Saatnya mencampakkan demokrasi biang keladi dari kenestapaan dan penderitaan rakyat. Saatnya kembali pada ideologi yang telah berhasil menunjukkan kesejahteraan umat Islam saat itu. Seperti halnya para Khulafaur Rasyidin. Saatnya menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai negara Khilafah Islamiyah. Karenanya menegakkan khilafah sebuah kewajiban,” ungkap Kyai Sepuh Zainulloh.

Beliau juga menyampaikan bahwasanya negeri ini menerapkan sekulerisme. Karenanya beragam kebijakan para penguasanya jauh dari pengaturan Allah SWT. dan mengikuti para pengusaha-oligarki.

“Negeri ini menerapkan sekulerisme. Memisahkan agama dari kehidupan dan pemerintahan. Di dalam ideologi kapitalisme sekuler ini ada demokrasi. Melalui demokrasi terpilihlah para para pejabat yang menjadi penguasa di negeri ini mulai dari presiden, gubernur, bupati sampai kepala desa. Biaya untuk meraih jabatan itu tidak sedikit. Jika dilihat dari jumlah gaji yang didapat, maka mereka tidak ada jalan lain selain biaya dari para pengusaha-oligarki,” tutur pengasuh Ponpes Al Itqon Kalisat Rembang.

Lanjut Kyai Sepuh Zainulloh menegaskan bahwasanya pengaruh para pengusaha-oligarki terhadap kebijakan negeri ini sangatlah besar meski mereka hanya segelintir orang.

“Kompensasi ketika mereka menjabat yaitu dengan Undang-Undang yang memihak para pengusaha. Tidak heran terjadi tragedi wadas rakyat menolak dan kelangkaan minyak goreng. Para pejabat tidak bisa menekan para pengusaha minyak goreng untuk menurunkan harga atau sekedar menyediakan kebutuhan minyak goreng. Inilah yang membuktikan bahwa yang berkuasa adalah bukan penguasa tapi para pengusaha-oligarki. Merekalah segelintir orang yang mengontrol kebijakan-kebijakan negeri ini,” tegas Kyai Sepuh Zainulloh.

Negeri ini kaya raya. Gemah ripah loh jinawi. Karenanya cukup mengherankan ketika kesengsaraan demi kesengsaraan dialami rakyat bangsa ini.

“Ibarat syair bahasa Arab, bagaikan onta yang kehausan di padang pasir. Sedangkan ia memikul air di atas punggungnya,”pungkas Kyai Sepuh Zainulloh.[]

Ulama Aswaja - Manhaji

Media dakwah online ulama aswaja manhaji, menyeru kepada kebaikan

Related Articles

Back to top button