Khilafah ajaran Ahlussunnah Wal JamaahKhilafah Untuk Kebaikan IndonesiaMultaqo Ulama Aswaja - ManhajiNews

Ijtima Ramadhan Ulama Aswaja Sidoarjo, Penghapusan Madrasah Pada RUU Sisdiknas, Islamophobia yang Sangat Berbahaya

Sidoarjo, (shautululama) – Menyikapi keluarnya kembali draf atau Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) 2022 yang kali ini menghapus penyebutan jenjang madrasah dalam sistem pendidikan di Indonesia, Pembina Pondok Tahfidz Ulin Nuha Sidoarjo Drs. KH. Muhajir Adib MZ. menegaskan begini.

“RUU sisdiknas mestinya memperbaiki dan menyempurnakan madrasah-madrasah yang ada yang selama ini kurang perhatian,” ujarnya dalam _Ijtima’ Ramadhan Ulama Aswaja Sidoarjo: Tolak Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Islamofobia, Penghapusan Madrasah, dan Tolak Anak PKI Menjadi TNI,_ Ahad (17/4/2022) di kanal _YouTube At-Tafkir Channel._

Menurutnya, ketika ia masih duduk di bangku madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah bahkan aliyah, porsi pendidikan agama Islam kala itu delapan puluh persen, bahkan lebih dari itu.

“Di situ ada Al-Qur’an, ada Hadits, ada akidah akhlak, ada bahasa Arab, sejarah Islam, dsb ,” kenangnya.

Namun sedikit demi sedikit, ungkap Kiai Muhajir, jatah waktu pelajaran agama tersebut dikurangi hingga hari ini tinggal dua kali 30 menit alias sejam sepekan. “Itu pun hendak mereka hilangkan. Masya Allah!” ucapnya prihatin.

Oleh karena itu, Allah SWT mengingatkan kepada kaum Muslimin agar senantiasa waspada terhadap upaya mereka yang tidak menyukai Islam, kalau tidak mau dikatakan membenci Islam.

“Bagaimana kita juga ingat, ketika hari libur waktu itu semuanya, sekolah-sekolah itu liburnya hari Jumat mereka ganti dengan hari Ahad. Nama hari Ahad mereka ganti dengan hari Minggu,” ulasnya.

“(Pun) kata jihad mereka gugat, kemudian suara azan mereka persoalkan, Al-Qur’an mereka katakan tidak relevan dengan zaman, dan lain sebagainya harus direvisi. _Naudzubillah min dzalik,”_ sambungnya.

Oleh karena itu pula, kata Kiai Muhajir, benarlah yang Rasulullah SAW sampaikan 1400 tahun lalu tentang gambaran propaganda luar biasa mereka dalam hal ini upaya menyerang Islam dan umat Islam.

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun), pasti kalian pun akan mengikutinya.’ Kami (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nasrani?’ Beliau menjawab, ‘Lalu siapa lagi?’ (HR.Muslim, No. 2669)

Dengan demikian, sudah semestinya justru pemerintah berterima kasih dengan adanya madrasah. Sebabnya, telah memberikan andil dengan ikhtiar turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Ini mestinya harus berterima kasih. Namun apa yang terjadi? RUU Sisdiknas nyata-nyata menghilangkan madrasah, akan menghilangkan semuanya, menghapus,” tuturnya.

Sehingga tambah Kiai Muhajir, tak salah apabila rezim saat ini disebut telah sengaja menyekulerkan sistem pendidikan berikut diskriminasinya.

Jelasnya, agenda tersebut dalam rangka islamofobia (takut dengan agamanya sendiri) yang sangat berbahaya. “Mereka menyerang Islam, membenci Islam, menebarkan kebencian kepada Islam dan menjauhkan umat Islam ini dari ajarannya, dari Islam itu sendiri,” tandasnya.

Tolak

Lantas, kepada seluruh kaum Muslim yang mengaku beriman, ia mengimbau untuk menolak serta memerangi semua itu, sebagaimana seruan Allah SWT di dalam QS. Ali Imran ayat 118, yang maknanya,

‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.’

Terakhir, Kiai Muhajir menambahkan, kondisi demikian tak akan terjadi apabila umat Islam mau menerapkan Islam secara kafah di bawah naungan daulah khilafah.

Smart Media Online, [4/20/2022 2:39 PM]
“Mudah-mudahan Allah SWT mengistiqamahkan kita dalam rangka _li illah li kalimatillah,_ dan mudah-mudahan Allah SWT segera memenangkan umat muslim Islam di seluruh dunia ini,” tutupnya dengan pekikan takbir, _Allahu Akbar._ []Zainul Krian

Ulama Aswaja - Manhaji

Media dakwah online ulama aswaja manhaji, menyeru kepada kebaikan

Related Articles

Back to top button